Masjid Agung Surakarta, Destinasi Wisata Sejarah Islam Di Jawa

Herohitlerinlove.comMasjid Agung ini dibangun sesaat setelah Kerajaan Mataram Islam dipaksa dibagi 2 oleh VOC dalam perjanjian Giyanti tahun 1755. Wilayah Utara merupakan kekuasaan Sunan Pakubuwono III yang diberi nama Kasunanan Surakarta, sedangkan  wilayah Selatan dikuasai Pangeran Mangkubumi yang kemudian dikenal Kesultanan Yogyakarta.  Pembagian ini terjadi sebagai akibat perselisihan antara Sunan Pakubuwono III (Solo) dengan Pangeran Mangkubumi (Yogyakarta). Sebagi kerajaan Islam di Jawa, kedua kerajaan ini kemudian membangun masjid agung sebagai simbol dan pusat dakwah saat itu. Hingga kini, kedua masjid agung ini tetap terpelihara dengan baik dan masih digunakan sebagai tempat ibadah. Anda dan rombongan dapat sewa bus pariwisata untuk mengunjungi masjid ini dan beberapa destinasi bersejarah lainnya di Pulau Jawa.

Destinasi Wisata Sejarah Islam Di Jawa

Masjid Agung Surakarta didiririkan pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwono III tahun 1763 sebagai simbol kerajaan dan media keislaman seperti Grebeg dan Sekaten. Masjid ini dibangun bersebelahan dengan Keraton Surakarta yang dapat menampung 2000 jamaah. Masjid agung ini terus mengalami perubahan dan penambahan bangunan sejak pemerintahan Sunan Pakubuwono III hingga Pakubuwono XIII. Bangun bersejarah yang masih difungsikan hingga saat ini telah menyedot banyak sekali jamaah termasuk turis. Jika Anda dan rombongan tertarik mengunjunginya, disarankan untuk sewa bus pariwisata Jakarta atau bus pariwisata setempat.

Bagian Masjid

Dahulu Masjid Agung Surakarta bernama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat yang bercorak khas Jawa dengan beberapa ornamen Timur Tengah di tiga pintu utama. Seperti halnya Masjid Agung Demak, masjid inipun memiliki kubah pakubumi berbentuk tajuk bersusun tiga. Masjid ini memang meniru Masjid Agung Demak yang fenomenal itu. Gunakan sewa bus pariwisata untuk pesiar di daerah keraton dan sekitarnya ini.

1. Kuncungan

Kuncungan merupakan bangunan terdepan setelah gapura yang difungsikan sebagai tempat menerima tamu. Bangunan dengan atap limasan berwarna biru ini merupakan pintu masuk utama. Di tempat inilah para prajurit Kerajaan Surakarta menjaga jamaah yang sering dikunjungi raja dan kerabatnya. Sewa bus pariwisata Jakarta yang Anda pesan biasanya terparkir di alun-alun tidak jauh dari tempat ini.

2. Serambi Masjid

Serambi Masjid Agung Surakarta sangat luas mencapai 1000 meter persegi berbentuk panjang dengan 40 tiang penyangga. Turis yang ceroboh biasanya terkecoh dengan menganggap bangunan ini adalah bagian utama masjid agung. Di tempat ini terdapat Kiai Wahyu yaitu beduk raksasa berdiameter hampir 3 meter yang berusia ratusan tahun.

COMMENTS